Y a p m a

SEKOLAH TINGGI ILMU KESEHATAN (STIK) MAKASSAR

Alamat Jl. Maccini Raya No. 197 Makassar(0411) 436068

Menerima Mahasiswa Baru T.A. 2016-2017
PROGRAM STUDI :
* KESEHATAN MASYARAKAT
* S1 KEPERAWATAN
* PROFESI NERS

FACEBOOK CENTER
Created by:Razak Facebook

Selasa, 08 Juni 2010

MANAJEMEN LAKTASI

MANAJEMEN LAKTASI

Seorang ibu dengan bayi pertamanya mungkin akan mengalami berbagai masalah ketika menyusui, hanya karena tidak mengetahui cara-cara yang sebenarnya sangat sederhana, seperti cara meletakkan bayi pada payudara ketika menyusui, isapan bayi yang mengakibatkan puting terasa lecet, dan masih banyak lagi masalah yang lain. Untuk mencapai keberhasilan menyusui diperlukan pengetahuan mengenai :
1. Tehnik menyusui yang benar yaitu :
a. Yakinkan bahwa payudara dan puting susu normal selama kehamilan, untuk puting yang tidak keluar, pijatan dan tarikan-tarikan puting kearah luar selama beberapa menit pada akhir trimester terakhir akan membantu menyangga bagian sadar puting.
b. Ibu menyusui bayi dengan rasa simpati dan ramah.
c. Ibu menyusui bayinya secepatnya setelah kelahiran dan biarkan bayi mengisap selama diinginkan pada kedua payudara untuk merangsang produksi ASI dan kontraksi uterus. Ibu dan bayi harus selalu berdekatan setelah proses kelahiran , karena kehadiran bayi akan merangsang reflex “let down”
d. Pastikan bahwa bayi mendapat kolostrum yang mengandung zat gizi dan anti body
e. Jangan memberikan susu botol, karena akan mengganggu perkembangan proses hisapan bayi
f. Berikan dorongan pada ibu agar mau menyusui banyinya kapan saja dan dimana saja bayi membutuhkan
g. Bersihkan puting susu paling sedikit sekali sehari dengan menggunakan air bersih, jangan menggunakan sabun atau alkohol , karena akan menyebabkan kulit puting susu menjadi keriting dan mudah terpecah
h. Berikan kedua buah payudara ke bayi secara bergantian, pengosongan payudara secara teratur akan merangsang produksi ASI
i. Beristirahatlah yang cukup dan mengkonsumsi makanan yang seimbang, yaitu dengan menambahkan 500 kkal energy, 17 gram protein/harinya dari konsumsi biasanya
j. Apabila proses menyusui berjalan normal, maka bayi akan menjadi sehat, begitu juga ibu.
2. Posisi dan perlengkapan menyusui Ada berbagai macam posisi menyusui, yang biasa dilakukan adalah dengan duduk, berdiri atau berbaring. Ada posisi khusus yang berkaitan dengan situasi tertentu seperti menyusui bayi kembar dilakukan dengan cara seperti memegang bola ( football position), dimana kedua bayi disusui secara bersamaan kiri dan kanan. Pada ASI yang memancar (penuh), bayi ditengkurap diatas dada ibu, tangan ibu sedikit menahan kepala bayi, dengan posisi ini maka bayi tidak akan tersedak


3. Langkah-langkah menyusui yang benar
a. Sebelum menyusui ASI dikeluarkan sedikit, kemudian dioleskan pada putting dan sekitar kalang payudara. Cara ini mempunyai manfaat sebagai disinfectant dan menjaga kelembaban putting susu
b. Bayi diletakkan menghadap perut ibu/ payudara
1) Ibu duduk atau berbaring santai, bila duduk lebih baik menggunakan nursi yang rendah (agar kaki ibu tidak menggantung) dan punggung ibu bersandar pada sandaran kursi
2) Bayi dipegang pada belakang bahunya dengan satu lengan, kepala bayi terletak pada lengkung siku ibu (kepala tidak boleh menengadah, dan bokong bayi ditahan dengan telapak tangan).
3) Satu tangan bayi diletakkan dibelakang badan ibu, dan yang satu didepan
4) Perut bayi menempel pada badan ibu, kepala bayi menghadap payudara (tidak hanya membelokkan kepala bayi)
5) Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
6) Ibu menatap bayi dengan kasih saying
7) Payudara dipegang dengan ibu jari diatas jari yang lain menopang dibawah, jangan menekan putting susu atau kalang payudara nya saja







c. Bayi diberi rangsangan agar membuka mulut (rooting reflex) dengan cara :
1. menyentuh pipi dengan piuting susu atau,
2. menyentuh sisi mulut bayi
3. Setelah bayi membuka mulut, dengan cepat kepala bayi didekatkan ke payudara ibu dan putting serta kalang payudara dimasukkan kemulut bayi
4. Usahakan sebagai besar kalang payudara dapat masuk ke mulut bayi , sehingga puting susu berada dibawah langit-langit dan lidah bayi akan menekan ASI yang terletak dibawah kalang payudara. Posisi yang salah apabila bayi hanya mengisap pada putting susu saja, karena akan mengakibatkan masuknya ASI yang tidak adekuat dan putting susu lecet.
5. Setelah bayi mulai mengisap payudara tidak perlu dipegang atau disangga lagi
d. Melepas isapan bayi
Setelah menyusui pada satu payudara sampai terasa kosong, sebaiknya diganti dengan payudara yang satunya. Cara melepas isapan bayi :
1. Jari kelingking ibu dimasukkan ke mulut bayi melalui sudut mulut atau,
2. Dagu bayi ditekan kebawah
3. Setelah selesai menyusui, ASI dikeluarkan sedikit kemudian dioleskan pada puting susu dan disekitar kalang payudara dan biarkan kering dengan sendirinya .
Malam hari sangat berguna bagi ibu yang bekerja, karena dengan sering disusukan pada malam hari akan memacu produksi ASI dan juga dapat mendukung keberhasilan menundah kehamilan
Untuk menjaga keseimbangan besarnya kedua payudara , maka sebaiknya setiap kali menyusui harus digunakan kedua payudara n dan diusahakan sampai payudara terasa kosong, agar produksi ASI tetap baik. Setiap menyusui dimulai dengan payudara yang terakhir disusukan selama masa menyusui sebaiknya menggunakan kutang (BH) yang dapat menyangga payudara tetapi yang tidak terlalu ketat




e. Menyendawakan bayi
Tujuan menyendawakan bayi adalah mengeluarkan udara dari lambung supaya bayi tidak muntah (gumoh) setelah menyusui. Cara menyendawakan bayi adalah :
1. Bayi digendong tegak dengan bersandar pada suhu ibu, kemudian punggungnya ditepuk perlahan-lahan.
2. Bayi tidur tengkurap di pangkuan ibu kemudian punggungnya di tepuk perlahan-lahan.
3. Cara pengamatan teknik menyusui yang benar
Teknik menyusui yang tidak benar dapat mengakibatkan putting susus menjadi lecet, ASI tidak keluar optimal sehingga mempengaruhi produksi ASI selanjutnya atau bayi enggan menyusui. Untuk mengetahui bayi telah menyusui dengan teknik yang benar dapat dilihat :
a. Bayi tampak tenang
b. Badan bayi menempel pada perut
c. Mulut bayi terbuka lebar
d. Dagu menempel pada payudara ibu
e. Sebagian besar kalang bayi payudara masuk kedalam mulut bayi
f. Bayi tampak mengisap kuat dengan irama perlahan
g. Putting susu ibu tidak terasa nyeri
h. Telinga dan lengan bayi terletak pada satu garis lurus
i. Kepala tidak mengadah.
4. Lama dan frekuensi menyusui
Sebaiknya menyusui bayi tanpa dijadwal (ondemand), karena bayi akan menentukan sendiri kebutuhan. Ibu harus menyusui bayinya bila bayi menangis bukan karena sebab lain (kencing, dsb) atau lebih sudah merasa perlu menyusui bayinya. Bayi yang sehat dapat mengosongkan satu payudara sekitar 5 -7 menit dan ASI dalam lambung bayi akan kosong dalam waktu 2 jam. Pada awalnya bayi akan menyusui dengan jadwal yang tak teratur, dan akan mempunyai pola tertentu setelah 1 – 2 minggu kemudian.
Menyusui yang dijadwalkan akan berakibat kurang baik. Karena isapan bayi sangat berpengaruh pada rangsangan ASI selanjutnya. Dengan menyusui tanpa dijadwal,sesuai kebutuhan bayi, akan mencegah banyak masalah yang mungkin timbul.

Tidak ada komentar: